CAKRA REPUBLIK.COM -JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada kepala daerah yang mendapatkan penghargaan dari Kompas dengan berbagai kategori.
Tito Karnavian menyebutkan, bagi pemerintah daerah, tentu penghargaan tersebut sangat membantu dan juga menjadi salah satu penilaian untuk menunjang kinerja kepala daerah.
Kemudian terangnya, dari 552 kepala daerah di Indonesia, 274 diantaranya adalah penjabat (Pj) kepala daerah, dan 278 adalah yang defenitif hasil Pilkada.
Sehingga sebut dia, bagi Pj kepala daerah yang menerima penghargaan Kompas, ini adalah salah satu faktor bagi Pj kepala daerah tersebut yang otomatis bisa diperpanjang atau kemudian tidak diganti.
“Tapi bagi rekan defenitif karena mau Pilkada ini otomatis penghargaan ini lumayan untuk menaikkan elektabilitas,” ungkapnya, dalam acara Malam Puncak HUT ke 13 Kompas, Rabu (12/9/24) malam.
Tito Karnavian mengatakan penghargaan dari luar pemerintah untuk pemerintah juga sangat penting, baik dari masyarakat apalagi media.
Untuk itu terangnya, media sekelas Kompas merupakan salah satu media yang cukup tua, kredibel, objektif, transparan, kritis dan memiliki pusat penelitian pengembangan sendiri.
Oleh karena itulah sebutnya, Kemendagri bekerja sama dengan kompas meminta untuk melakukan penilaian kepada seluruh daerah.
“Kompas saya yakin juga sudah membuat riset yang mendalam. Kami harapkan dengan adanya reward penghargaan kali ini dengan berbagai kategori ini dapat membangkitkan motivasi teman-teman kepala daerah,” ujarnya.
Terkahir, Mendagri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kompas atas apresiasi yang diberikan kepada kepala daerah di Indonesia.
Dia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kepala daerah lainnya untuk terus bekerja lebih baik lagi untuk masyarakat.
“Terima kasih banyak Kompas dan selamat kepada rekan yang menerima penghargaan dan bagi yang belum mendapatkan penghargaan yang menyaksikan acara ini mudah-mudahan bisa memotivasi,” tutupnya.
Pj Gubernur Riau Rahman Hadi salah satu pejabat Gubernur yang menerima penghargaan kategori Apresiasi Daerah Peduli Pengendalian Inflasi.
Berita Terkait
KEBERHASILAN OPERASI LILIN: BUKTI NYATA SINERGI APARAT KEAMANAN DAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEDAMAIAN BANGSA Jakarta, Operasi Lilin 2024 yang dilaksanakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil menciptakan situasi aman dan kondusif di seluruh Indonesia selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Keberhasilan ini mencerminkan pentingnya sinergi yang solid antara aparat keamanan Polri,dan masyarakat dalam menjaga keamanan nasional, khususnya di masa-masa perayaan hari besar keagamaan yang rawan gangguan. Operasi Lilin melibatkan ribuan personel yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, serta destinasi wisata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap lapisan masyarakat dapat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru dengan damai, tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan. Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa dan Aktivis Republik Indonesia (GEMARI), Dheden Pratama, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi seluruh aparat kepolisian dan pihak-pihak terkait dalam menyukseskan Operasi Lilin tahun ini. “Keberhasilan Operasi Lilin tahun ini adalah bukti nyata bahwa komunikasi aktif dan sinergi antara Polri,masyarakat, dan seluruh stakeholder sangatlah penting untuk menciptakan stabilitas keamanan. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Diperlukan kerja sama yang lebih erat antara Polri, pemerintah, dan semua pihak untuk menjaga stabilitas toleransi beragama sepanjang tahun, bukan hanya menjelang hari-hari besar keagamaan saja. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel kepolisian yang telah bekerja keras demi mengamankan kami yang merayakan Natal dan Tahun Baru. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kerja keras ini dan melindungi kita semua,” ujar Dheden. Operasi Lilin: Sebuah Komitmen terhadap Keamanan Nasional Operasi Lilin merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Polri setiap akhir tahun untuk memastikan keamanan masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Tahun ini, operasi tidak hanya berfokus pada pencegahan tindak kejahatan, tetapi juga pada upaya memperkuat toleransi beragama, menciptakan ruang aman bagi semua umat beragama untuk menjalankan ibadah dengan damai dan khusyuk. Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya aparat keamanan. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi gangguan keamanan, menjaga toleransi, serta menjalin komunikasi baik dengan aparat, ancaman gangguan dapat diminimalkan. Seruan untuk Kolaborasi Berkelanjutan Dalam menghadapi tantangan ke depan, Dheden Pratama menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan toleransi harus menjadi perhatian sepanjang tahun. “Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Untuk menjaga keberagaman ini tetap menjadi kekuatan bangsa, kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat tidak boleh berhenti hanya di momen tertentu. Kita harus terus bekerja bersama dalam menciptakan ruang-ruang dialog dan penguatan toleransi di setiap lapisan masyarakat. Inilah tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa,” tambah Dheden. Dengan kerja sama yang terus diperkuat, diharapkan tidak hanya perayaan hari besar agama yang dapat berjalan dengan aman, tetapi juga terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di setiap waktu. Operasi Lilin tahun ini adalah pengingat bahwa keamanan dan kedamaian adalah hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.
Post Views: 10