Berita

MPA dan Manggala Agni Berjuang di Tengah Keterbatasan: 10 Hektar Lahan Tanjung Palas Terbakar

608
×

MPA dan Manggala Agni Berjuang di Tengah Keterbatasan: 10 Hektar Lahan Tanjung Palas Terbakar

Sebarkan artikel ini

Dumai, 14 November 2025 Kebakaran lahan kembali mengoyak wilayah Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Lebih dari 10 hektar lahan semak belukar dan gambut terbakar hebat, meninggalkan bara di bawah permukaan dan asap pekat yang masih mengepul hingga hari ini.

Di tengah situasi kritis dan minimnya dukungan peralatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) Tanjung Palas bersama Kepala Manggala Agni, Ismail Hasibuan, S.Hut., tampil sebagai garda terdepan. Dengan mesin alkon terbatas, selang pendek, dan perlengkapan keselamatan yang jauh dari standar, mereka tetap menerobos tebalnya asap menuju titik api.

Ketua MPA Tanjung Palas, Yustanto, S.H., menyebut kondisi di lapangan sangat berat, terutama karena karakteristik lahan gambut yang membuat api bergerak diam-diam di bawah permukaan.

“Dengan sarana terbatas, kami tetap turun karena ini tanggung jawab moral kami sebagai warga. Titik api membentang dari Jalan Muslim hingga Paman Jaya, dan luas kebakaran sudah lebih dari 10 hektar. Sampai sekarang asap masih tebal, bahkan sesekali muncul api. Yang bisa kami lakukan hanya berjuang semampu kami,” tegas Yustanto.

Meski menghadapi panas ekstrem dan angin kencang yang mempercepat rambatan api, para relawan tak mundur. Mereka bekerja siang-malam, berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat sekitar, memastikan api tidak ke permukiman warga.

Lurah Tanjung Palas, Utung Efendi, S.OS., yang turun langsung meninjau lokasi, memberikan apresiasi penuh kepada para relawan.

“Perjuangan MPA luar biasa. Dengan fasilitas minimal, mereka tetap berdiri di garis paling depan melindungi lingkungan dan keselamatan warga. Pengabdian seperti ini patut kita banggakan,” ujar Lurah.

Namun di balik dedikasi itu, tuntutan untuk perhatian lebih dari pemerintah dan instansi terkait semakin mengemuka. Peralatan pemadaman yang minim membuat upaya penanganan kebakaran melambat dan meningkatkan risiko bagi relawan.

Lurah menegaskan perlunya dukungan nyata ke depan, terutama penyediaan mesin alkon yang memadai, selang jarak jauh, serta perlengkapan keselamatan yang layak untuk MPA.

Hingga laporan ini diturunkan, proses pendinginan dan pemadaman masih berlangsung. Warga berharap tragedi serupa dapat diminimalisir, dan keberadaan relawan MPA semakin diperkuat demi melindungi lingkungan Tanjung Palas dari ancaman kebakaran yang terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250