Berita

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

9
×

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT.

Insiden tersebut mengakibatkan pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro meninggal dunia. Sementara itu, 13 penumpang yang terdiri dari 9 laki-laki, 3 perempuan, dan 1 balita dilaporkan selamat.

Pesawat diketahui berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT dengan rute Tanah Merah–Koroway Batu. Saat hendak mendarat, pesawat ditembaki dari arah hutan di sekitar bandara oleh orang tak dikenal (OTK).

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert, menilai peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus peringatan serius bagi negara dalam menjamin keselamatan transportasi sipil, khususnya di wilayah Papua.

“Ini bukan sekadar insiden keamanan, tetapi tragedi kemanusiaan. Pesawat sipil yang membawa masyarakat menjadi korban. Negara harus hadir menjamin keselamatan penerbangan sipil di Papua,” tegas Charles Gilbert.

Menurutnya, jalur transportasi udara di Papua merupakan urat nadi mobilitas masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, guru, dan warga sipil yang sangat bergantung pada penerbangan perintis.

BEM KSI juga mengutuk keras tindakan yang menyebabkan tewasnya pilot dan kopilot, yang sempat menyelamatkan diri ke hutan usai penembakan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa jenazah kedua pilot telah diamankan di Bandara Koroway Batu dan direncanakan akan dievakuasi ke Tanah Merah. Seluruh penumpang dinyatakan selamat berdasarkan informasi petugas di lapangan.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, juga telah mengutuk keras peristiwa tersebut dan memastikan aparat tengah menangani kasus ini secara serius.

BEM KSI mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas pelaku penembakan, memperkuat pengamanan jalur penerbangan sipil di Papua, serta memberikan perhatian kepada keluarga korban.

BEM KSI menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan keselamatan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250