BeritaDaerahRiauRohil

Menakar Kekuatan Golkar Rohil Setelah Bistamam Ambil Alih Golkar dari Afrizal sintong

852
×

Menakar Kekuatan Golkar Rohil Setelah Bistamam Ambil Alih Golkar dari Afrizal sintong

Sebarkan artikel ini

Cakrarepublik.com –Bagansiapiapi– Peta politik Partai Golkar di Kabupaten Rokan Hilir memasuki babak baru. H. Bistamam resmi memimpin DPD II Partai Golkar Rohil setelah ditetapkan secara aklamasi dalam Musda VI, pada Sabtu (03/10/2026).

Pergantian ini bukan sekadar pergantian ketua. Sebab, Golkar Rohil sebelumnya berada di bawah kepemimpinan Afrizal Sintong dan berhasil membangun posisi politik yang cukup kuat.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar meraih 74.207 suara dan mengamankan 10 kursi DPRD Rohil. Dengan modal tersebut, Bistamam kini menerima sebuah mesin politik yang sudah memiliki struktur dan basis elektoral.

Namun, tantangan H. Bistamam justru dimulai setelah Musda berakhir, Apakah seluruh kekuatan yang selama ini tumbuh di bawah kepemimpinan Afrizal Sintong akan otomatis terkonsolidasi di bawah kepemimpinan baru H.Bistamam ? Atau masih ada pengaruh politik Afrizal dan jaringan kader lama yang harus dirangkul?

H. Bistamam memiliki keuntungan karena selain menjadi Ketua DPD II Golkar Rohil, ia juga merupakan Bupati Rohil saat ini,  Posisi tersebut membuat hubungan antara mesin partai dan pemerintahan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membaca kekuatan politik Golkar ke depan.

Namun, kekuatan politik tidak hanya ditentukan oleh jabatan ketua.

Ada 18 struktur Pengurus Kecamatan, 10 anggota DPRD, organisasi sayap, kader senior serta jaringan politik yang harus tetap solid.

Karena itu, ukuran sebenarnya kekuatan Golkar di bawah Bistamam bukan terletak pada aklamasi Musda.

Ukuran sebenarnya adalah seberapa mampu H.Bistamam menyatukan seluruh faksi, mempertahankan 10 kursi DPRD, memperluas basis suara dan memastikan mesin Golkar tetap bergerak sebagai satu kesatuan.

Di sisi lain, Afrizal Sintong masih menjadi figur penting dalam sejarah kepemimpinan Golkar Rohil. Maka, babak baru ini bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi ketua.

Ini adalah ujian apakah Golkar Rohil mampu melakukan transfer kekuatan politik tanpa kehilangan basis yang telah dibangun sebelumnya.

Kini bola berada di tangan Bistamam.

Golkar Rohil sudah berganti nahkoda. Pertanyaan berikutnya: apakah kapal besar bernama Golkar akan semakin kuat, atau justru harus melewati masa konsolidasi panjang sebelum kembali berlayar sebagai kekuatan politik utama di Rohil, atau lebih naasnya tenggelam?

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250