Cakrarepublik.com –TPTM — Malam kedua pentas seni yang dipromotori komunitas seni dan budaya Madah tuah negeri dan Pemuda pemudi TPTM, berjalan meriah dan kental dengan suasana budaya Melayu

Hal ini terlihat ketika para pecinta seni yang menunjukkan bakat bakat mereka, di taman kota kepenghuluan Melayu besar kecamatan Tanah putih tanjung melawan (TPTM), pada Sabtu malam (01/11/2025)

Ketua panitia pentas seni Tabrani mengatakan bahwa malam kedua pentas seni TPTM EXPO 2025 mempersembahkan beberapa tarian dan musik kesenian budaya Melayu seperti TARI TRADISI ZAPIN (bagan siapi api), TEATER LAKSEMANA MENGAMUK (SMPN 1 TPTM), NAWASENA (Bagan siapi api), JOGET SONDE (SMAN 1 TPTM), TARI ZAPIN 3 DARA ( lembaga tepak sirih), TARI ZAPIN RAJUK RINDU (SMPN 1 TPTM), dan yang terakhir AKUSTIK MELAYU (Bagan siapi api.

” Malam kedua pentas seni TPTM expo 2025 ini beberapa kesenian daerah khas budaya Melayu kami tampilkan kepada pecinta seni dan budaya Melayu seperti tari tradisi zapin, teater laksama mengamuk,nawasena,joged sonde, tari zapin 3 dara, tari zapin rajuk rindu,dan hiburan dari akustik Melayu dari Bagan siapi api” kata Tabrani

Lanjutnya, dirinya berharap bahwa pada malam ketiga nanti ,tepatnya pada Minggu malam (02/11/2025),malam puncak pentas seni ini akan lebih spektakuler lagi, karena pada malam nanti suasana kesenian dan budaya Melayu akan lebih terasa dengan suasana tahun 70-90- an, seluruh undangan akan duduk diatas tikar atau duduk beidau, akan ada Prosesi adat atau mengarak, pengiringan obor, pemutih obek pencak silat,teater putri ambang buana di sungai rokan

” Malam nanti ,dimalam puncak pentas seni ini, kita akan dibawa ke suasana tahun 70-90-an , dimana kita duduk diatas tikar atau duduk beidau, nantinya akan ada proses adat atau mengarak, pengiringan obor, pemutih obek pencak silat, dan tentunya kita akan merasa hidup dizaman tersebut” tutup Tabrani
Pentas seni dalam rangka hari jadi ke 23 tahun kecamatan TPTM tahun 2025, malam nanti mari ramaikan, ajak anak istri sanak keluarga, karena malam puncak nanti seluruh undangan dan pecinta seni akan dibawa ke suasana kental seni dan budaya Melayu tahun 70 -90 an.













