AgamaBatamBeritaDaerahPolitikRiau

Malam puncak TPTM expo, pentas seni dan budaya Melayu, mengenang kembali kehidupan tahun 70-90 an

774
×

Malam puncak TPTM expo, pentas seni dan budaya Melayu, mengenang kembali kehidupan tahun 70-90 an

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

Cakrarepublik.com — TPTM — Malam puncak TPTM expo tahun 2025 dalam rangka memperingati hari jadi kecamatan tanah putih tanjung melawan (TPTM) yang ke 23, Suasana kehidupan ditahun 70 – 90 -an seolah olah kembali terulang di hadapan masyarakat TPTM, pada Minggu malam  (02/11/2025), ditaman kota kepenghuluan Melayu besar, kecamatan TPTM

 

lampu pelita yang diletakkan  disepanjang taman kota, di setiap sudut sudut  taman, tikar yang dibentangkan di lantai taman, listrik yang dipadamkan,  menambah  ingatan akan kehidupan budaya Melayu diera tahun 70-90 an.

Para 4 Datuk kepala suku ditanah putih tanjung melawan, 5 Datuk penghulu se- kecamatan TPTM, Camat TPTM, KUA TPTM, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Babinsa diarak dengan iringan obor menuju lokasi acara,  kemudian disambut dengan pemutih obek pencak silat, sejenak kemudian  para Datuk Datuk dipersilahkan  duduk diatas tikar atau duduk beidau. Prosesi ini makin menambah suasana sakral akan budaya Melayu, ditahun 70-90 an,

Dalam  malam puncak pentas seni  TPTM Expo yang bertemakan Lungun balimbuk ini diisi dengan balas pantun  dari anak anak TK suradiraja  batu hampar, teater dari  SMAN 1 TPTM,  serta hiburan dari grup kompang kelapa  condong dari Dumai, menambah meriahnya puncak pentas seni tersebut.

 

Datuk  paduka diraja dari kepenghuluan Mesah mengapresiasi pemuda pemudi TPTM, panitia, komunitas seni dan budaya madah tuah negeri, karena berhasil mengembalikan Susana kehidupan budaya Melayu tahun 70-90 an diacara puncak pentas seni ini.

 

“Suasana malam puncak seni dan budaya Melayu pada malam ini sangat kental akan kehidupan tahun 70 -90an , suasana yang redup, temaram,  dan hening ,kami memberikan apresiasi kepada seluruh panitia,  pemuda pemudi, madah tuah negeri yang berjibaku hingga suksesnya acara ini”

Ditempat yang sama Camat TPTM Muhammad Zuhri mengatakan  bahwa kegiatan yang dibuat  pemuda pemudi dan Madah Tuah negeri  TPTM, adalah kegiatan yang perlu di dukung dan di apresiasi,

maka dari itu  pemerintah kecamatan  TPTM akan melibatkan pemuda pemudi TPTM dan Madah Tuah negeri untuk ikut berkolaborasi serta mendampingi dalam pawai  musabaqoh tilawatil quran ( MTQ )  sekabupaten Rohil yang akan  diadakan bulan November  nanti, dengan membantu mempersiapkan dana dan perlengkapan pakaian Madah Tuah negeri.

 

Pembina komunitas madah tuah negeri Aal Rahim sekha dan Kadir jaya atau yang lebih dikenal jaya konsultan, turut memberi pujian kepada pemuda pemudi serta madah tuah negeri yang telah bersusah payah menyukseskan acara ini

 

” Pujian patut diberikan kepada pemuda pemudi TPTM ,madah tuah negeri,  tanpa  mereka acara malam ini tidak akan berjalan  sukses ” tutup jaya konsultan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250