Berita

Pertamina Kilang Dumai Bergerak Cepat Tangani Insiden Tanpa Korban Jiwa

55
×

Pertamina Kilang Dumai Bergerak Cepat Tangani Insiden Tanpa Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini

Dumai, 7 Oktober 2025 — Tim tanggap darurat PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Dumai bergerak cepat menangani kejadian di salah satu unit operasional yang terjadi pada Selasa malam (1/10). Berkat gerak cepat dan koordinasi yang solid, situasi dapat dikendalikan dengan aman pada pukul 23.20 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa.

Begitu terdeteksi adanya indikasi kejadian, petugas penanganan langsung diturunkan untuk melakukan pemadaman ke lokasi kejadian guna mengisolasi area terdampak agar tidak meluas ke area lainnya. Penggulangan kejadian juga dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan kerja (HSSE) yang berlaku.

“Sesaat setelah kejadian teridentifikasi, tim langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai dengan prosedur. Sebagai bagian dari langkah mitigasi, kami juga melakukan pengamanan di area kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan,” ujar Agustiawan Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai.

Dalam proses penanganan kejadian, Kilang Pertamina Dumai mengerahkan 10 unit mobil pemadam, terdiri dari 8 unit armada internal Perusahaan, 1 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Dumai, dan 1 unit dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memastikan seluruh langkah berjalan aman dan terkendali.

Selain itu, pascakejadian Kilang Dumai juga terus melakukan pemantauan lingkungan secara intensif. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) tetap berjalan secara optimal. Kegiatan pemantauan mencakup kualitas udara ambien, kebauan, serta pengambilan sampel air limbah. Seluruh kegiatan ini dilaksanakan dengan mengacu pada dokumen persetujuan lingkungan atau (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) AMDAL Kilang Dumai.

“Pemantauan dilakukan secara bertahap di beberapa titik lokasi. Pemantauan udara ambien dan kebauan sudah selesai dilakukan di 3 lokasi yaitu Pemukiman Jaya Mukti, ⁠Tanjung Palas, dan ⁠Pemukiman Rejosari. Setelah dilakukan pengambilan sampel, selanjutnya akan dilakukan analisa oleh laboratorium eksternal yang telah terdaftar resmi di Kementerian Lingkungan Hidup,” jelas Agustiawan

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya dampak lingkungan yang ditimbulkan dan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut terkait langkah mitigasi lanjutan yang diperlukan paska kejadian. Kilang Dumai turut memastikan bahwa seluruh proses pemantauan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku, serta dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, Kilang Dumai juga aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Laporan awal terkait kejadian telah disampaikan kepada instansi terkait sesuai kewenangannya seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera, serta KLHK. Selain itu, pada tanggal 2 Oktober 2025, DLH Kota Dumai juga telah melakukan pemantauan langsung terhadap penanganan keadaan darurat di Kilang Dumai.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar, Kilang Pertamina Dumai turut memastikan upaya penanganan kesehatan terhadap warga terdampak dengan memberikan pelayanan medis, baik melalui rujukan ke rumah sakit terdekat maupun posko kesehatan yang disiagakan di Kantor Kelurahan Tanjung Palas. Sejak kejadian, Kilang Dumai mengirimkan 1 ambulan ke lokasi titik kumpul di sekitar Masjid Al-Qiyam Dumai. Satu ambulan lain yang merupakan bantuan dari Kilang Pertamina Dumai ke Kelurahan Tanjung Palas juga siaga di lokasi. Terdapat pula 2 ambulan lain dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Pasca kejadian, Kilang Dumai juga langsung menyiagakan posko kesehatan dan melakukan pendataan bagi warga terdampak guna memastikan seluruhnya memperoleh pelayanan medis terbaik, termasuk bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan akibat syok. Posko kesehatan yang didirika juga disiagakan tim medis dari Kilang Pertamina Dumai yang terdiri atas dokter poli/IGD, perawat, ambulans, dan lengkap dengan pengemudi. Petugas medis berjaga secara bergantian pada 2–4 Oktober 2025 mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Sementara itu, terkait kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dipastikan tetap aman dan terkendali. Kilang Pertamina Dumai memastikan ketersediaan stok produk Pertalite tidak terdampak, serta kebutuhan Solar untuk area Dumai dan Siak dan Avtur untuk area Pekanbaru tetap dapat dipenuhi dengan baik. Untuk sebagian wilayah Sumbagut lainnya, pasokan energi tetap didukung melalui alih suplai antar kilang Pertamina lainnya guna menjamin keandalan energi bagi masyarakat.

“Dengan dukungan kilang-kilang lain di seluruh Indonesia, kami memastikan tidak ada gangguan suplai untuk masyarakat. Stok dan distribusi BBM tetap berada pada level aman. Terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Kami percaya, dengan sinergi dan langkah responsif, dampak kejadian ini dapat tertangani dengan baik tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat,” tutup Agutiawan

Ia menegaskan, hal ini telah menjadi bagian dari komitmen PT KPI untuk memberikan jaminan energi yang andal meskipun dalam kondisi darurat sekalipun. Pasca Kejadian operasional utama kilang tetap berlangsung aman, dan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah kilang tidak terganggu. Sebagai tindak lanjut, saat ini tim investigator tengah melakukan investigasi penyebab kejadian dan memastikan penerapan langkah pencegahan yang lebih optimal di masa mendatang.

(LINDA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250