BeritaDaerahPendidikanRiauRohil

Salah satu media online menyesatkan publik, Dengan pemberitaan sepihak tentang ITR

960
×

Salah satu media online menyesatkan publik, Dengan pemberitaan sepihak tentang ITR

Sebarkan artikel ini

Cakrarepublik.com –ujung tanjung–Pihak Institut Teknologi Rokan Hilir (ITR) angkat bicara terkait pemberitaan yang menyoroti penggunaan aset gedung milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) oleh Yayasan Seribu Kubah. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses penggunaan gedung telah sesuai prosedur dan justru yayasan mengeluarkan biaya besar demi keberlangsungan pendidikan tinggi di daerah.

 

Rektor ITR, Dr. H. Zulfikar, SE.MM, menyampaikan bahwa informasi yang beredar seolah-olah ITR menggunakan gedung secara tidak legal atau tanpa kejelasan kontrak sangat menyesatkan. Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan yayasan dan ITR sepenuhnya mengikuti aturan pemerintah daerah.

 

“Perlu kami luruskan, penggunaan aset ini sudah melalui prosedur yang sah dan resmi dari pemerintah daerah. Tidak ada yang ilegal. Kami menggunakan gedung ini setelah mendapatkan persetujuan dan mengikuti mekanisme yang berlaku,” jelas zulfikar pada Jumat (14/11/2025)

 

 

 

 

Rektor Zulfikar juga mengungkapkan bahwa sebelum digunakan sebagai kampus, gedung tersebut berada dalam kondisi rusak berat dan tidak layak pakai. Pihak pemerintah justru meminta yayasan untuk melakukan rehabilitasi agar gedung dapat difungsikan kembali.

 

“Kondisi awal gedung sangat memprihatinkan. Yayasan diminta untuk merehab secara total. Setelah diperbaiki dan siap dipakai, barulah muncul perjanjian sewa sesuai aturan pemerintah daerah,” jelas zulfikar

 

 

Lebih jauh, Zulfikar menegaskan bahwa ITR bukan lembaga bisnis. Tidak ada orientasi keuntungan dalam operasional kampus. Sebaliknya, pemilik yayasan secara rutin menghibahkan dana pribadi lebih kurang Rp100 juta setiap bulan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

 

“Tidak ada satu rupiah pun suntikan dana dari pemerintah. Semua biaya yang menunjang pendidikan berasal dari keringat pribadi pemilik yayasan. Ini bentuk kepedulian untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Rohil,” tegasnya.

 

 

Menanggapi pemberitaan yang dianggap tidak berimbang, ITR menyayangkan sikap media yang dinilai tidak memberi ruang klarifikasi sekaligus memunculkan opini yang dapat menurunkan marwah dunia pendidikan di Rohil.

 

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan seperti itu. Media seharusnya membantu menguatkan dunia pendidikan, bukan justru menggiring opini negatif yang dapat menghambat kemajuan satu-satunya perguruan tinggi di Kecamatan Tanah Putih,” ujarnya.

 

 

ITR menegaskan bahwa keberadaan kampus ini adalah upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Rokan Hilir. Karena itu, mereka berharap polemik yang tidak berdasar tidak terus dipelihara.

 

“Yang seharusnya mendukung anak-anak Rohil untuk kuliah, malah ingin menjatuhkan kampus yang dibangun dengan penuh perjuangan. Kami akan tetap fokus mencerdaskan anak-anak daerah,” tutup  Zulfikar.

 

Hingga kini, pihak ITR menegaskan tetap menjalankan aktivitas pendidikan seperti biasa dan siap memberikan klarifikasi kapan pun diperlukan, demi memastikan informasi yang beredar tetap objektif dan tidak menyesatkan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250