Dumai

Bersama Dato Seri Ramle Malaysia Dumai Siap Mendunia

580
×

Bersama Dato Seri Ramle Malaysia Dumai Siap Mendunia

Sebarkan artikel ini

Tantri Subekti,s.Pd,Bersama penasehat Internasional Exctibition art ASEAN Datok seri ramle bin mat Daly, bersama Asisten II Dumai Hj. Yusmanidar , Diskopar Kota Dumai Agus gunawan s, sos. Melakukan Adensi

CAKRAREPUBLIK.com.- DUMAI – Dukungan Dato Seri Ramle Bin Mat Daly, Penasihat Internasional Exhibition Art ASEAN, menjadi energi besar bagi suksesnya Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 di Kota Dumai.

Keterlibatan tokoh budaya asal Malaysia itu menegaskan bahwa agenda yang digagas Tantri Subekti, S.Pd. bukan lagi sekadar kegiatan lokal, melainkan sebuah gerakan budaya yang mulai mendapat perhatian di tingkat ASEAN.

Dengan jejaring internasional yang dimiliki Dato Seri Ramle, Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN diyakini akan menjadi pintu lahirnya kolaborasi seni, sastra, dan budaya antarnegara serumpun, sekaligus mengangkat nama Dumai sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara.

Komitmen tersebut diperkuat dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Wan Dahlan Ibrahim (Media Center), Selasa (4/8/2026), dihadiri Asisten II Setda Kota Dumai Hj. Yusmanidar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Agus Gunawan, S.Sos., Forkopimda, OPD terkait, camat, lurah, serta jajaran panitia.

Ketua Panitia Tantri Subekti, S.Pd. menegaskan Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 merupakan wadah diplomasi budaya yang mempertemukan sastrawan, seniman, budayawan, akademisi, dan tokoh perfilman dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura.

Kami ingin Dumai tidak dikenal sebagai kota industri, minyak tetapi juga menjadi pusat peradaban budaya Melayu di kawasan ASEAN. Dukungan tokoh internasional seperti Dato Seri Ramle menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan cita-cita itu,” tegas Tantri.

Kehadiran Dato Seri Ramle Bin Mat Daly dinilai menjadi nilai tambah yang sangat strategis. Sosok yang dikenal aktif membangun jejaring seni dan budaya di kawasan ASEAN itu diharapkan mampu membuka peluang kerja sama internasional, memperluas promosi budaya Melayu, serta menarik perhatian komunitas seni dunia untuk datang ke Dumai.

Pemerintah Kota Dumai pun memberikan dukungan penuh. Asisten II Setda Kota Dumai Hj. Yusmanidar menilai kegiatan ini memiliki dampak besar dalam memperkenalkan budaya, pariwisata, dan identitas Kota Dumai di tingkat internasional.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Diskopar Agus Gunawan yang memastikan sinergi pemerintah demi menyukseskan agenda budaya berskala internasional tersebut.

Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 akan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Pantai Tantrayana, Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, dengan melibatkan sekitar 150 peserta dari negara-negara ASEAN. Selama tiga hari dua malam, peserta akan mengikuti dialog sastra, pameran seni, pertunjukan budaya, promosi kuliner tradisional, wisata bahari, hingga forum persaudaraan budaya serumpun.

Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Dumai serta penguatan jejaring internasional dari Dato Seri Ramle Bin Mat Daly, Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 diproyeksikan menjadi lahirnya agenda budaya bertaraf internasional yang mengukuhkan Dumai sebagai gerbang budaya Melayu di kawasan ASEAN.

(Linda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250