CAKRAREPUBLIK.COM. DUMAI — Peserta Didik Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad melaksanakan rangkaian kegiatan pengumpulan data dan silaturahmi ke Koramil 02/Bukit Kapur dan Damkar Kota Dumai di Bukit Kapur Senin(31/8/2026)
Kondisi keamanan wilayah Koramil 02/Bukit Kapur secara umum dalam keadaan aman, kondusif dan terkendali. Kendati demikian, sejumlah potensi permasalahan yang dapat memengaruhi stabilitas wilayah terus menjadi perhatian dan dipantau oleh aparat kewilayahan.
Danramil 02/Bukit Kapur Kapten Inf Suhendri mengatakan, pemantauan terhadap perkembangan situasi wilayah terus dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat berkembang di tengah masyarakat.
“Secara umum kondisi wilayah saat ini aman dan terkendali. Namun, terdapat beberapa perkembangan yang tetap perlu menjadi perhatian dan terus kita pantau agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas wilayah,” ujar Kapten Inf Suhendri.
Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian adalah dinamika terkait pengelolaan lahan yang melibatkan KSU/KSO dengan Agrinas Pangan Nusantara serta sejumlah pihak terkait.
Permasalahan tersebut berada di beberapa wilayah kecamatan dan hingga saat ini masih memerlukan penyelesaian serta komunikasi secara berkelanjutan antara pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurut Danramil, adanya pihak pengelola lama yang masih berkeinginan untuk kembali terlibat maupun memperoleh hak pengelolaan menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati. Perbedaan kepentingan tersebut berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
“Kita berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. Dari sisi kewilayahan, tentunya perkembangan situasi akan terus kita pantau sehingga apabila terdapat potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.
Selain persoalan pengelolaan lahan, keberadaan sejumlah jalur tidak resmi atau jalur tikus, khususnya pelabuhan-pelabuhan tidak resmi, turut menjadi perhatian aparat kewilayahan.
Keberadaan jalur tersebut memiliki potensi kerawanan karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal, termasuk keluar-masuknya orang secara tidak resmi maupun aktivitas lainnya yang melanggar ketentuan hukum.
Kondisi tersebut juga telah menjadi perhatian dan pemantauan unsur terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Jalur tikus dan pelabuhan tidak resmi tentunya perlu mendapatkan perhatian bersama. Pengawasan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan koordinasi dan sinergi antaraparat serta instansi terkait,” ujar Kapten Inf Suhendri.
Dari aspek geografis, sejumlah wilayah kecamatan yang berada dalam wilayah pemantauan Koramil 02/Bukit Kapur juga berbatasan dengan wilayah lainnya. Kondisi tersebut memiliki karakteristik kerawanan tersendiri, terutama berkaitan dengan pengawasan akses darat, jalur alternatif maupun jalur tidak resmi.
Oleh karena itu, Koramil 02/Bukit Kapur terus mengoptimalkan peran aparat kewilayahan, khususnya Babinsa, untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Danramil menegaskan, deteksi dini dan cegah dini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Informasi dan perkembangan yang diperoleh dari masyarakat menjadi salah satu unsur pendukung agar setiap potensi permasalahan dapat diketahui dan diantisipasi sedini mungkin.
“Babinsa terus melakukan komunikasi sosial dan pemantauan wilayah. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat sangat penting untuk mengetahui setiap perkembangan sekaligus membantu mencegah permasalahan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” jelasnya.
Selain mengoptimalkan pembinaan teritorial, koordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, aparat kecamatan dan kelurahan serta unsur terkait lainnya terus dilaksanakan guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Kapten Inf Suhendri menambahkan, sinergitas seluruh komponen menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai dinamika wilayah, baik berkaitan dengan persoalan sosial, pengelolaan lahan, pengawasan jalur tidak resmi maupun potensi kerawanan lainnya.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Tujuan utamanya adalah menjaga situasi wilayah tetap aman, kondusif dan terkendali serta mencegah setiap potensi permasalahan berkembang menjadi gangguan keamanan,” tegas Danramil.
Secara keseluruhan, situasi wilayah Koramil 02/Bukit Kapur hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Beberapa perkembangan yang menjadi perhatian antara lain potensi gesekan terkait pengelolaan lahan KSU/KSO dan Agrinas Pangan Nusantara, keberadaan jalur tikus dan pelabuhan tidak resmi, potensi keluar-masuk orang secara ilegal serta pengawasan wilayah yang berbatasan dengan kecamatan maupun wilayah lainnya.
Melalui peningkatan deteksi dini dan cegah dini, pemantauan wilayah serta koordinasi berkelanjutan antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait, diharapkan setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Koramil 02/Bukit Kapur tetap terjaga.
(Linda)













