Dumai

Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Tegaskan Bakar Lahan Hadapi Ancaman Pidana

516
×

Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Tegaskan Bakar Lahan Hadapi Ancaman Pidana

Sebarkan artikel ini

CAKRAREPUBLIK.COM. DUMAI – TNI memperkuat langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga ke tengah masyarakat. Peserta Didik Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad bsarta jajaran  turun langsung memberikan penyuluhan di wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan, Kota Dumai, sebagai langkah nyata memutus potensi Karhutla sejak dari sumbernya.

Kegiatan bertajuk “Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan” tersebut digelar di Aula Kantor Camat Sungai Sembilan, 3 Agustus 2026.

Penyuluhan tidak sekadar memberikan imbauan. TNI menyampaikan peringatan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran lahan berisiko meluas, menimbulkan asap, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat dan dapat berhadapan dengan proses hukum.

Ketua Tim, Kolonel Armed Rizki Budianto, menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan bukan persoalan ringan.

“Pembakaran hutan adalah tindak pidana. Jangan karena membuka lahan kemudian membakar dan akhirnya merusak lingkungan serta mengancam kesehatan masyarakat.

Ancaman Karhutla juga tidak berhenti pada kerusakan hutan dan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam kesehatan, terutama anak-anak dan orang tua, karena dapat mengganggu pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan paru-paru,”tegas Budianto.

Dalam paparannya, Mayor Saiful Amri Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, menjelaskan bahwa kebakaran dapat dipicu faktor manusia maupun faktor alam.

 

Kenali Wilayah, Perkuat Pencegahan Dalam materi Geografi, dijelaskan Kecamatan Sungai Sembilan merupakan salah satu kecamatan di Kota Dumai dengan luas daratan mencapai 975,38 kilometer persegi. Kecamatan ini berada di bagian barat Kota Dumai.

Karakteristik wilayah Sungai Sembilan berdasarkan elevasi berada pada kisaran 0–25 meter di atas permukaan laut (mdpl). Seluruh wilayah merupakan daratan dengan kondisi topografi relatif datar.

Materi juga memuat batas-batas wilayah berdasarkan posisi geografis, yakni sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Dumai Barat, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Dumai Selatan, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir.

Karakteristik wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya dalam memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap potensi munculnya titik api.

Faktor manusia yang menjadi perhatian antara lain membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan hingga kelalaian dalam menggunakan api.

Jangan sampai kelalaian menjadi awal bencana. Api kecil bisa menjadi kebakaran besar,” tegas Mayor Saiful.

Karena itu, TNI mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Cegah sebelum terjadi, laporkan sebelum meluas dan jangan membuka lahan dengan cara membakar.

 

TNI Hadir Sebelum Api Berkobar Penyuluhan tersebut dihadiri Kolonel Armed Rizki Budianto, Kolonel CKU Doni Hadianto, Camat Sungai Sembilan, jajaran pimpinan Mabes TNI, Pasis Seskoad beserta rombongan, Komandan Kodim 0320/Dumai atau yang mewakili, Komandan Koramil 03/Sungai Sembilan, Kapolsek Sungai Sembilan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sungai Sembilan, para lurah se-Kecamatan Sungai Sembilan, Ketua RT dan Ketua LPMK se-Kecamatan Sungai Sembilan, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

Kehadiran para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad menegaskan komitmen TNI dalam memperkuat pencegahan Karhutla melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan prinsip bahwa penanggulangan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, pengawasan harus diperkuat dan masyarakat harus menjadi garda terdepan.

Pesan TNI jelas: jangan bakar lahan. Jangan bermain dengan api. Sekali api lepas kendali, dampaknya dapat mengancam masyarakat luas.

Cegah pembakaran. Putus sumber api. Hentikan Karhutla sebelum menjadi bencana.

(Linda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250