DUMAI – Dukungan Program Ketahanan Pangan Nasional tidak menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Hal itu terlihat saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Bagan Besar, AIPDA Riduwan, bersama petani melakukan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Jalan Pesantren Al Furqon RT 011, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Senin (1/6/2026) pagi.
Pengecekan dilakukan pada lahan pertanian seluas 20 x 25 meter milik Kelompok Tani Sidodadi yang diketuai oleh Gunadi. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kacang panjang yang tumbuh subur dan menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi bukan sekadar melakukan monitoring, melainkan memastikan program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah benar-benar berjalan dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Dari hasil pengecekan, tanaman dalam kondisi baik dan berpotensi menghasilkan panen yang maksimal apabila perawatan terus dilakukan secara optimal.
AIPDA Riduwan menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama harus didukung oleh seluruh masyarakat. Karena itu, Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir memberikan pendampingan, motivasi, serta membangun koordinasi dengan kelompok tani agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Ketahanan pangan yang kuat berawal dari pemanfaatan lahan yang produktif. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk mengelola pekarangan dan lahan pertanian secara maksimal guna mendukung kebutuhan pangan keluarga maupun daerah,” ujarnya.
Program Pekarangan Pangan Bergizi yang dijalankan Kelompok Tani Sidodadi menjadi bukti bahwa dengan kemauan dan kerja sama yang baik, lahan yang tersedia dapat diubah menjadi sumber pangan yang bernilai ekonomi. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, hasil pertanian juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Bagan Besar terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat paling bawah. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi Polri dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di sektor pangan.
(LINDA)













