Cakrarepublik.com — TPTM — Kabar baik datang bagi anak-anak yatim piatu yang ekonominya sulit di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Wakil Bupati Rohil Jhony Charles menyiapkan program beasiswa gratis bagi murid yatim piatu yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya di Institut Teknologi Rohil (ITR),
Program tersebut menjadi bentuk perhatian dirinya terhadap anak-anak Rohil yang memiliki keterbatasan ekonomi, namun tetap mempunyai semangat untuk menggapai pendidikan tinggi.
Hal itu disampaikan saat wakil Bupati Rohil Jhony Charles hadir dalam milad SMAN 1 TPTM yang ke 25, kecamatan Tanah putih tanjung melawan, pada Selasa (15/09/2026)
Kegiatan yang dilakukan secara protokoler DI SMAN 1 TPTM ini turut dihadiri tokoh Riau yaitu H.asri Auzar, kadis Disdik Rohil m.nur hidayat, kadis Kominfo murshal, camat TPTM, korwil bidang pendidikan Rudi hartono, kepsek SMA,SMP, Dan SD se TPTM, Datuk /lurah sekecamatan TPTM, KUA TPTM, PGRI, LAM, unsur TNI dan Polri
Dalam sambutannya Jhony Charles mengatakan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak Rohil untuk mendapatkan pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, anak yatim harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir memberikan akses dan membuka jalan bagi mereka yang memiliki kemauan untuk belajar.
“Jangan sampai ada anak Rohil yang punya cita-cita tinggi tetapi tidak bisa kuliah hanya karena keterbatasan biaya. Terlebih anak-anak yatim mereka harus kita beri perhatian,” kata Jhony Charles.
Dirinya juga mengatakan dengan membantu bea siswa gratis kepada anak yatim, diniatkan untuk almarhum ayahanda tercinta H.syamsul (cupak)
Beasiswa ini diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rokan Hilir.
Kehadiran Institut Teknologi Rohil juga diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Pendidikan bukan sekedar soal mendapatkan gelar, tetapi tentang membuka pintu masa depan. Dan bagi anak-anak yatim Rohil, pintu itu diharapkan tidak lagi tertutup hanya karena mereka tidak memiliki biaya.













