Cakrarepublik.com — Pekanbaru —Seorang pemuda kelahiran tanah putih tanjung melawan dari kabupaten Rokan hilir, Qurunul Nahdo Abena atau yang lebih kenal dengan sapaan Edo, lolos ke final setelah memperkenalkan aplikasi budaya khas Melayu silat 21 hari dalam ajang NEIRA Competition 3 Tahun 2026, yang akan digelar pada 29-30 agustus 2026 di universitas gajah mada ,yogyakarta
NEIRA competition 3 tahun 2026 ini, diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan, Universitas gajah mada ,Yogyakarta dalam seni dan budaya
Sebelumnya, NEIRA Competition 2 juga sukses digelar di Malang pada akhir tahun 2025 yang diselenggarakan oleh STMIK PPKIA Pradnya Paramita.
Ditemui awak media ini, Edo menceritakan bagaimana dirinya berhasil lolos dari seleksi yang di ikuti dari berbagai daerah yang ada di indonesia, dan dirinya satu satu nya yang mewakil mahasiswa dari kabupaten Rohil.
“Di situ yang edo angkat atau yang edo kenalkan namanya SIGMA 21, sigma 21 ini komunitas / aplikasi yang mengatur agar pelestarian silat 21 ini tetap terjaga. Selama ini silat 21 hanya tampil di acara pernikahan dan sambutan” kata Edo pada Senin (1 /06/2026)
Edo juga bercerita inovasi berbentuk komunitas dan aplikasi ini supaya terstruktur, jadi di aplikasi ini nantinya pengantin melayu bisa melakukan pemesanan di aplikasi sigma 21 tu ini, nanti Dapat fee lah untuk pemuda pemuda yang tampil diacara pernikahan tersebut” jelas Edo
Dirinya juga bercerita bagaimana nantinya aplikasi sigma 21 ini akan meningkatkan perekonomian rohil, dibidang silat 21 hari dan dirinya juga berharap dukungan dari Pemerintah kabupaten Rohil dan masyarakat Rohil agar dirinya berhasil dalam ajang ini.
” Melalui aplikasi sigma 21 ini, nantinya perekonomian masyarakat sedikit banyak akan meningkat dibidang seni dan budaya dan saya mengharapkan dukungan dari pemerintah kabupaten Rohil dan masyarakat Rohil agar saya berhasil dalam ajang NEIRA competition ini ” tutup Edo yang seorang anak yatim penuh semangat.













