BeritaBlogDaerahRiauRohil

Pasien BPJS tak sadarkan diri di RS dr.RM.pratomo bagan siapi api terlantar 18 jam menunggu rujukan ke RS di pekanbaru

702
×

Pasien BPJS tak sadarkan diri di RS dr.RM.pratomo bagan siapi api terlantar 18 jam menunggu rujukan ke RS di pekanbaru

Sebarkan artikel ini

Cakrarepublik.com — ROHIL– Rumah Sakit merupakan sebuah institusi pelayanan kesehatan  yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan melakukan penyembuhan penyakit serta mencegah terjadinya penyakit kepada pasiennya, yang dalam menyelenggarakan pelayanannya tersebut dibantu oleh tenaga didalamnya, yaitu tenaga medis, tenaga kesehatan serta tenaga non kesehatan.

Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatannya tak sedikit Rumah Sakit terkadang mengalami kesalahan ataupun kelalaian dalam menangani pasiennya yang bisa mengakibatkan keributan antara pihak Rumah Sakit dengan pihak pasien hingga pasien yang menuntut Rumah Sakit tersebut yang bisa menyebabkan nama baik citra Rumah Sakit tersebut menjadi buruk.

Seperti  keluarga pasien  Arajuli  dari kecamatan Tanah putih tanjung melawan (TPTM), keluarga pasien  ber BPJS   protes dan kecewa atas penanganan yang dilakukan pihak Rumah sakit umum dr.RM.Pratomo bagan siapi api Rohil.

Hal ini diketahui awak media, ketika istri pasien bercerita, bagaimana dirinya dan keluarga melarikan pasien ke puskesmas  TPTM, kemudian untuk mendapatkan tindakan yang lebih intensif,  pihak puskesmas  merujuk  ke RSU bagan siapi api,  disinilah permasalahan timbul.

Saat pasien sudah sampai di RSU pratomo, dokter yang menangani menganjurkan pasien untuk di rujuk ke RS yang lebih besar agar cepat mendapat penanganan yang lebih intensif,

 

” kami sampai di RSU bagan api ,dokter yang memeriksa mengarahkan kami agar Abang  dirujuk ke RS di Pekanbaru pada kamis malam Jumat (06/08/2026), kemudian salah satu perawat mengatakan kami harus menyiapkan biaya tambahan sebesar RP 1.800.000 untuk biaya 2  perawat dan jalan tol” kata  Lena (istri pasien)

 

” Perawat menerangkan kepada kami bahwa BPJS hanya menanggung biaya ambulan, sopir dan 1 perawat, sementara RS tempat rujukan meminta tambahan dokter pendamping, sehingga biaya perjalanan dokter pendamping tidak ditanggung bpjs, oleh karena itu kami harus menyiapkan biaya sebesar 1.800.000, yang kemudian berubah menjadi 1.100.000 untuk biaya dokter pendamping dan tol, dan duit sebesar 1.100.000 saya serahkan ke perawat dalam perjalanan menuju pekanbaru” terang Lena

 

” Yang menjadi kekesalan keluarga, saat itu Abang lagi dalam keadaan koma, mulai dari tengah malam (Jumat dini hari) mau dirujuk ,ambulan katanya tidak ada ditempat, hingga kami tunggu sampai pagi, saat ambulan tiba di RS  ,perawat menginformasikan kepada kami bahwa perawat belum stanby, kami menunggu lagi hingga pada  Jumat sore, barulah perawat tiba, dan kami berangkat” ujar Lena

 

“Kami sampai di RS rujukan santa Maria tengah malam, dan pihak RS santa Maria langsung melakukan penanganan intensif , lebih kurang 6 jam setelah melakukan tindakan Abang akhirnya menghembuskan nafas terakhir, kami kecewa terhadap RSU dr RM.pratomo karena lebih kurang 18 jam Abang menunggu di ruang ICU dalam keadaan koma menunggu proses rujukan ” kata Lena penuh Isak tangis

 

Melalui media Cakra republik ini, awak media mencoba mengkonfirmasi ke wa dengan nomor 081275xxxxx salah seorang Kabid yanmed Haryana Tsay di RSU dr.RM.Pratomo bagan siapi api,   perihal dugaan adanya kelalaian atau kesengajaan hingga pasien menunggu proses rujukan sampai 18 jam, namun sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi atau balasan dari wa awak media.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250