CAKRAREPUBLIK.COM. Camat Dumai Timur, Syafriandi, S.Sos., M.Si., menunjukkan komitmen kuat dalam memangkas angka stunting dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Bersama RS Awal Bros Dumai, ia mendorong penguatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan anak melalui sosialisasi intensif di Aula Kantor Camat Dumai Timur, Rabu (9/9/2026).
Bagi Syafriandi, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan ketika masalah sudah muncul. Pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang tepat dan pengawasan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Pemenuhan gizi awal kehidupan itu investasi vital. Kita tidak boleh kompromi soal kualitas generasi mendatang,” tegas Syafriandi.
Di bawah koordinasi Kecamatan Dumai Timur, edukasi tersebut menghadirkan Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Awal Bros Dumai, dr. Kholida Ulfa, Sp.GK, yang memberikan pemahaman teknis mengenai intervensi gizi pada setiap tahapan usia.
Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi penanganan KEK dan kondisi berat badan ekstrem pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0–6 bulan, pengenalan MPASI bergizi mulai usia 6 bulan, optimalisasi ASI hingga usia 2 tahun, serta penggunaan susu formula hanya berdasarkan indikasi medis.
Syafriandi juga menekankan pentingnya peran lurah, kader TP-PKK dan seluruh unsur kewilayahan dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan. Pengawasan berat badan, tumbuh kembang anak hingga upaya mencegah gangguan metabolik sejak dini harus dilakukan secara konsisten.
Ini bukan sekadar sosialisasi. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan dan dikawal sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Berpusat di Kantor Camat Dumai Timur, Jalan Kesehatan, Kelurahan Teluk Binjai, program tersebut diarahkan untuk memperkuat gerakan bersama menuju Dumai Timur bebas stunting dan gizi buruk.
Antusiasme peserta tetap terjaga hingga kegiatan berakhir. Sosialisasi ditutup dengan Foto bersama pembagian doorprize bagi peserta.
(LINDA)













