CAKRAREPUBLIK.COM. DUMAI – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan. Memasuki hari keempat, tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan di kawasan Jalan Parit Saru RT 08, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya sejumlah titik yang mengeluarkan asap. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat tujuh titik api yang menjadi fokus penanganan tim di lokasi.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektar. Hingga pelaksanaan kegiatan hari keempat, belum terdapat penambahan luas lahan terbakar. Kondisi lahan yang merupakan tanah gambut membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara maksimal guna mencegah api kembali muncul dari bawah permukaan tanah.
Adapun vegetasi yang terdampak kebakaran berupa tanaman sawit dan semak belukar. Sementara itu, lokasi tersebut merupakan lahan yang diklaim masyarakat dan untuk pemilik lahan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Dalam penanganan karhutla tersebut, Polres Dumai bersama unsur terkait mengerahkan kekuatan personel secara terpadu. Sebanyak 30 personel Polri, 12 personel TNI, 12 personel BPBD, 18 personel Manggala Agni, serta personel dari kelurahan, kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat turut terlibat dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Berbagai peralatan juga dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan, di antaranya satu unit alat berat Hitachi, lima unit mesin ministriker, satu unit Zpower dan satu unit mesin Robin.
Sumber air untuk proses pemadaman berasal dari kanal yang berada di sekitar lokasi dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter. Meski demikian, tim masih menghadapi kendala berupa jarak lokasi yang cukup jauh, yakni sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Sungai Sembilan.
Hingga kegiatan berlangsung, kondisi di lokasi masih ditemukan asap tipis. Tim gabungan terus melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan pada area yang berpotensi kembali terbakar guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Kapolres Dumai AKBP Fatikh, S.H., S.I.K., M.Si., melalui personel yang berada di lapangan menegaskan bahwa penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, MPA dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di wilayah lahan gambut yang memiliki potensi api kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Polres Dumai juga terus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla.
(rls:LINDA)
Melindungi Tuah, Menjaga Marwah
AKP Zaini Waluyo
Kasi Humas Polres Dumai
E-Mail: Polresdumai@gmail.com
No. HP: 0853-5625-1969













