CAKRAREPUBLIK.com.DUMAI – Gelombang dukungan terhadap pembentukan Provinsi Riau Pesisir semakin meluas. Tak lagi datang dari kepala daerah, tokoh masyarakat, dan kalangan legislatif, kali ini dukungan juga ditegaskan oleh insan seni. Seniman Kota Dumai, Tantri Subakti, Siap mendukung perjuangan demi terwujudnya provinsi baru di pesisir Riau.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Dumai, Agus Budanto, juga menyatakan dukungan terhadap perjuangan tersebut. Menurutnya, kalangan seni dan budaya menjadi bagian dari kekuatan moral lahirnya Provinsi Riau Pesisir, karena pemekaran bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut kemajuan peradaban, budaya, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Silaturahmi dan Musyawarah Pembentukan Provinsi Riau Pesisir yang mempertemukan lima kepala daerah pesisir di Kota Dumai, Di hotel The Zuri Minggu (26/7/2026) malam.
Dalam Forum tersebut tersebut dihadiri Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM., MARS, Bupati Rokan Hilir Bustaman, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti, anggota DPR RI, DPRD lima daerah, LAM Riau, Kadin, pakar hukum, tokoh masyarakat, BUMN, BUMD, pihak swasta,dan forkompimda hingga insan seni dan budaya.
Kehadiran Tantri Subakti dan Agus Budianto menjadi sinyal bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir telah berkembang menjadi gerakan bersama. Menurutnya, seniman ikut semangat persatuan dan mengawal cita-cita masyarakat pesisir.
Dalam paparannya, Wali Kota Dumai Paisal menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Riau Pesisir bukan sekadar wacana politik, melainkan kebutuhan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Wilayah Riau luas. Pelayanan publik harus lebih dekat, pembangunan harus lebih cepat, dan masyarakat pesisir berhak memperoleh pemerataan,” tegas Paisal.
Ia menjelaskan, lima daerah yang mengusulkan pemekaran, yakni Dumai, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Kepulauan Meranti, memiliki potensi ekonomi besar karena berada di jalur strategis Selat Malaka dan didukung konektivitas sungai serta pelabuhan internasional.
Paisal juga mengungkapkan bahwa mayoritas persyaratan pembentukan daerah otonom baru sebagaimana diatur dalam PP Nomor 78 Tahun 2007 telah dipenuhi. Mulai dari jumlah daerah, jumlah penduduk yang mendekati tiga juta jiwa,Mulai dari jumlah daerah, jumlah penduduk yang hampir 3 juta jiwa, batas wilayah yang jelas, kesiapan calon ibu kota, hingga ketersediaan infrastruktur darat, laut, dan udara. batas wilayah yang jelas, kesiapan calon ibu kota, hingga dukungan infrastruktur darat, laut, dan udara.
Dukungan Tantri Subakti menjadi sinyal bahwa perjuangan Provinsi Riau Pesisir kian solid. Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, dan seniman berdiri dalam satu barisan, cita-cita menghadirkan provinsi baru semakin menguat.
(LINDA)













