Cakrarepublik.com –Yogyakarta — Nama Kabupaten Rokan hilir (Rohil) kembali harum, setelah putra asli Tanah putih tanjung melawan (TPTM), Qurunul Nahdo abena berhasil meraih Bronze Medal pada ajang NEIRA 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art 3) di Yogyakarta, pada Minggu dan senin (29 -30 /08/2026)
Edo sapaan akrabnya, anak dari almarhum Beni Irawan ini, berhasil meraih prestasi tersebut melalui karya ” aplikasi sigma silat 21 hari” Inovasi Berbasis Digital bagi Generasi Muda. Karya ini menawarkan gagasan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media memperkenalkan aplikasi silat 21 hari (sigma 21) untuk mempermudah dalam setiap acara pernikahan ,adat ataupun, acara resmi lainnya
NEIRA Competition 3 merupakan ajang kompetisi nasional yang menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, inovasi, serta kemampuan akademik. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Sentosa Foundation.
Persaingan dalam kompetisi tersebut berlangsung cukup ketat dengan diikuti 1.368 peserta yang tergabung dalam 419 tim dari seluruh Indonesia. Di tengah persaingan tersebut, Ando mampu menunjukkan kualitas gagasannya hingga berhasil meraih Juara 3 atau bronze Medal.
Saat dikonfirmasi dengan awak media Qurunul Nahdo abena mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini, dan dirinya mendedikasikan penghargaan tersebut buat orang orang tercinta
“Alhamdulillah, diajang kompetisi NEIRA 3 ini, sigma 21 yang Edo jabarkan di didepan juri, mendapatkan Bronze medal, ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Edo hingga akhir kompetisi,” kata Edo
” Pencapaian ini saya dedikasikan untuk almarhum ayah tercinta, tongkat Telah hilang, Fisik beliau mungkin sudah tidak ada, namun nilai-nilai, prinsip hidup, dan ajaran yang pernah ia berikan tetap hidup di dalam diri” Tutup edo













