Cakrarepublik.com –Melayu tengah,TPTM–Pemerintah Kepenghuluan Melayu Tengah, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), mulai mematangkan usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2027.
Melalui kegiatan rembuk stunting, pra-Musrenbang, dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kepenghuluan (Musrenbang-Kep), pemerintah kepenghuluan menegaskan pentingnya pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (14/10/2026), pukul 09.00 WIB, bertempat di aula Kantor Penghulu Melayu Tengah, Selain dihadiri Datuk penghulu Ismar khozali, Turut hadir perwakilan Camat TPTM melalui Kasi Pemerintahan, Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasipemtrantibum), Zulinda, SKM, Bhabinkamtibmas, Ketua BPKep beserta anggota, Pendamping Lokal Desa (PLD), para kepala dusun, ketua RT dan RW, kepala sekolah SDN 007 Melayu Tengah, Kepala SD IT Izzatul Mahmudah Melayu Tengah, bidan desa, serta para kader Posyandu dan PKK.

Dalam sambutannya, Datuk Penghulu Ismar Khozali menyampaikan bahwa kondisi efisiensi anggaran membuat pemerintah kepenghuluan harus lebih cermat dalam menentukan program pembangunan.
Menurutnya, usulan yang diajukan untuk tahun anggaran 2027 akan difokuskan pada kegiatan yang benar-benar menjadi kebutuhan dan prioritas masyarakat.
“Mengingat saat ini kita sedang dalam kondisi efisiensi anggaran, Pemerintah Kepenghuluan Melayu Tengah akan fokus pada usulan kegiatan berskala prioritas, seperti pemeliharaan atau rehabilitasi Jalan Syekh Gelugur,” kata Ismar khozali

Jalan Syekh Gelugur menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan akses masyarakat. Pemerintah kepenghuluan berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dukungan pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir.
Untuk diketahui bersama, Pemerintah Kepenghuluan Melayu Tengah, sejak kepemimpinan Datuk Penghulu Ismar Khozali, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada pemerintah kabupaten sebanyak enam kali, untuk jalan syekh gelugur, Namun hingga saat ini, pemerintah kepenghuluan menyebut belum memperoleh respons positif atas usulan-usulan tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi masyarakat yang berharap pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah kepenghuluan juga menyoroti sejumlah kebutuhan lainnya, antara lain pembangunan pagar sekolah SDN 007 Melayu Tengah, pembangunan jalan semenisasi menuju sekolah tersebut, serta kelanjutan pembangunan drainase di Jalan Resettlement.
Khusus drainase Jalan Resettlement, persoalan genangan air saat hujan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Genangan yang kerap terjadi dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat dan kenyamanan lingkungan.
Terkait Jalan Syekh Gelugur, pemerintah kepenghuluan menyampaikan bahwa jalan tersebut sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Karena itu, dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu penanganan dan pemeliharaan infrastruktur tersebut.
Enam kali permohonan telah disampaikan. Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut agar kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak tidak terus tertunda.
Di tengah keterbatasan anggaran, penentuan skala prioritas menjadi langkah penting. Namun, persoalan yang telah berulang kali diusulkan juga membutuhkan tindak lanjut dan koordinasi lintas pemerintahan agar tidak terus berhenti pada tahap perencanaan.
Masyarakat tentu berharap usulan mengenai Jalan Syekh Gelugur, fasilitas pendidikan, drainase, dapat memperoleh perhatian sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.
Kemudian Selain membahas pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga menitikberatkan perhatian pada bidang kesehatan melalui rembuk stunting.
Dalam forum ini, pemerintah kepenghuluan mengusulkan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang mengalami kekurangan gizi.













