Dumai

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

517
×

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

CAKRAREPUBLIK.com.Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Penghargaan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut pada Sabtu, 20 Juni 2026, didampingi langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

 

Dalam kunjungannya, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang dijalankan, mulai dari pengolahan abu terbang dan abu dasar pembangkit atau Fly Ash Bottom Ash (FABA), kegiatan pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja bidang konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya perikanan seperti tambak udang vaname dan pemeliharaan sidat.

 

“Atas nama Komisi IV, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri beserta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Semoga upaya ini dapat ditiru dan diterapkan di tempat lain,” harapnya.

 

Ia menambahkan bahwa Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi dengan citra yang menakutkan, kini berubah menjadi kawasan yang produktif dan bermanfaat. “Selama ini kita membayangkannya seperti Alcatraz, ternyata setelah datang ke sini lingkungannya sangat tertata dan mampu menghasilkan berbagai produk yang berguna bagi masyarakat luas,” ujarnya.

 

Sementara itu, Menteri Agus Andrianto menyatakan bahwa segala masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang sudah berjalan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan lahan-lahan kosong di seluruh lembaga pemasyarakatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

 

“Kami akan segera menindaklanjuti segala arahan yang diberikan. Saat ini seluruh Lapas dan Rutan sudah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk diolah, utamanya guna memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan sendiri,” jelasnya.

 

Hingga saat ini, kawasan Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan menjadi wilayah produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha. Transformasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen lembaga pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mempersiapkan Warga Binaan memiliki keterampilan agar dapat berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat.

(LINDA)

#Humaslapasbengkalis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250