CAKRAREPUBLIK.com.DUMAI – General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Dumai, Jonathan Ginting, menegaskan komitmennya menjadikan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai pelabuhan modern yang mengedepankan pelayanan digital, cepat, aman, dan berstandar internasional.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Kawasan Non Tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai melalui kolaborasi Pelindo bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting transformasi layanan publik sekaligus memperkuat posisi Dumai sebagai pintu gerbang internasional Indonesia di kawasan Selat Malaka.
Pelabuhan Penumpang Dumai merupakan wajah pertama Riau bagi penumpang dan wisatawan dari Malaysia. Karena itu kami memastikan seluruh sistem pembayaran digital berjalan optimal, mudah digunakan, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” tegas Jonathan Ginting, Kamis (2/7/2026).
Di bawah kepemimpinannya, seluruh transaksi di kawasan pelabuhan kini telah menggunakan sistem pembayaran non tunai, mulai dari pas masuk kendaraan, retribusi terminal, hingga pembelian tiket kapal feri internasional melalui QRIS Antarnegara.
Menurut Jonathan, inovasi tersebut bukan hanya mempercepat proses transaksi dan memangkas antrean, tetapi juga meningkatkan transparansi layanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran QRIS Antarnegara juga memudahkan wisatawan asing, khususnya dari Malaysia, bertransaksi tanpa harus menukar mata uang.
Jonathan menambahkan, transformasi digital ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM di kawasan pelabuhan untuk menjangkau pasar internasional melalui sistem pembayaran yang praktis dan inklusif.
Ia berharap keberhasilan Pelabuhan Penumpang Dumai menjadi Kawasan Non Tunai dapat menjadi contoh bagi pelabuhan lain di lingkungan Pelindo Regional 1 maupun berbagai fasilitas pelayanan publik di Indonesia.
Kami ingin membuktikan bahwa Pelabuhan Penumpang Dumai mampu menjadi role model pelayanan digital berstandar internasional. Dari Dumai, kami membangun pelayanan yang modern, transparan, dan berdaya saing global,” tutup Jonathan Ginting.
(LINDA)













